Kabar Mojokerto - Di era digital ini, penipuan dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk menggunakan teknologi canggih seperti Google Maps. Penipu memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap platform ini untuk melakukan kejahatan.
Berikut beberapa modus penipuan yang menggunakan Google Maps dan cara untuk menghindarinya:
1. Nomor Kontak Palsu
Modus ini kelihatannya sepele, tapi dampaknya bisa besar. Pelaku mengedit informasi tempat di Google Maps, lalu mengganti nomor kontak resminya dengan nomor mereka sendiri.
Target utama mereka adalah tempat-tempat yang sering dicari saat orang dalam keadaan panik. Seperti nomor bank, rumah sakit, kantor polisi, jasa derek, atau customer service e-commerce.
Bayangkan kamu kehilangan kartu ATM, buru-buru cari “CS Bank X” di Google Maps, dan langsung telepon nomor yang muncul. Tanpa sadar, kamu justru menghubungi penipu. Mereka lalu minta data pribadi, kode OTP, sampai akses ke akun mobile banking.
Hasil akhirnya? Tabungan bisa raib dalam hitungan menit.
Baca Juga: Wanita Penipu Investasi Bodong di Mojokerto, Divonis 2 Tahun Penjara
2. Lokasi Bisnis Palsu yang Sengaja Diciptakan
Bukan cuma mengedit tempat yang sudah ada, para penipu juga membuat lokasi bisnis palsu. Nama-nama seperti “Tukang Kunci 24 Jam”, “Jasa Servis AC Panggilan”, atau “Dokter Hewan Terdekat” sering digunakan.
Mereka menambahkan alamat, foto tempat (yang seringkali dicomot dari internet), dan nomor kontak.
Begitu dihubungi, mereka akan datang ke lokasi kamu dan melakukan aksinya mulai dari overcharge biaya, mengganti komponen tanpa izin, bahkan dalam beberapa kasus, melakukan pencurian setelah masuk rumah.
3. Review dan Rating Palsu, Bikin Korban Luluh
Untuk bikin bisnis fiktif mereka terlihat meyakinkan, para penipu sering memoles profilnya dengan ulasan palsu. Banyak komentar positif yang terlihat natural, lengkap dengan nama dan foto pengguna. Skor bintang pun tinggi, nyaris sempurna.
Padahal semua itu bisa dibeli.
Ada jasa khusus yang menawarkan ratusan ulasan positif untuk menaikkan kredibilitas bisnis di mata calon korban. Hasilnya, pengguna yang awam atau terburu-buru bisa tertipu hanya karena terlalu percaya pada rating.
Baca Juga: Eks DPRD Kabupaten Mojokerto Diadili Gegara Tipu Warga Rp 273 Juta Modus Jual Beli Tanah
Artikel Terkait
Pelaku Gendam Ngaku Ajudan Camat di Mojokerto Kibuli 13 Pengusaha Katering
Mami Cece Tipu Warga Mojokerto Modus Ngaku Indigo, Korban Rugi Rp 15,1 Juta
Penipuan Jual Beli Jabatan di Pemkab Mojokerto, Pensiunan TNI Jadi Tersangka Utama
Modus Kencan Online, Pria Penyuka Sesama Jenis Gasak Motor dan HP Kenalan di Kos Mojokerto